
JOMBANG – Keluarga besar MTsN 4 Jombang Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar patut berbangga. Salah satu tenaga pendidik inspiratif kita, Ibu Auliya Octaviani Elliyanti, S.Pd., pengajar mata pelajaran Bahasa Arab, baru saja dimuat dalam rubrik khusus di harian Jawa Pos Radar Jombang edisi Rabu, 16 September 2026.
Dalam artikel utama yang bertajuk “Guru Milenial yang Bersahabat”, Ibu Auliya membagikan pendekatan uniknya dalam dunia pendidikan. Perempuan kelahiran Mojokerto, 19 Oktober 1996 ini memilih untuk hadir sebagai sosok teman bagi para muridnya, tanpa harus meruntuhkan rasa hormat dan batasan antara guru dan anak didik.
“Sebagai seorang guru kan memiliki posisi yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas anak-anak. Prinsipnya kita menjadi role model bagi mereka,” ungkap beliau dalam wawancara tersebut. Karena alasan itu pula, pendidik yang resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu pada tahun 2023 ini enggan membangun tembok pemisah dengan para siswanya.
Dedikasi dan Pemahaman Mendalam akan Dunia Pesantren
Kecintaan Ibu Auliya pada Bahasa Arab telah mengakar sejak beliau menyelesaikan studi di MAN 4 Jombang pada tahun 2014. Beliau kemudian memantapkan diri mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lulus pada tahun 2018, beliau sempat mengabdi di Mojokerto sebelum akhirnya bergabung menjadi keluarga besar MTsN 4 Jombang pada tahun 2019. Pengalamannya berinteraksi langsung dengan penutur asli (native speaker) asal Sudan semasa kuliah kini menjadi bekal berharga yang diaplikasikannya di ruang kelas.
Lebih dari sekadar pengajar, Ibu Auliya sangat memahami dinamika psikologis anak pesantren. Latar belakangnya sebagai alumni santri yang pernah menimba ilmu selama enam tahun di Asrama Al-Risalah PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar turut memperkaya cara pandangnya.
Beliau mengingat jelas bagaimana beratnya fase adaptasi di kelas VII. Pengalaman masa lalu yang sempat merasa tidak betah itulah yang kini menjadikannya sosok yang paling mengerti kondisi santri baru. Beliau kerap memotivasi anak-anak bahwa proses menimba ilmu di pesantren memang menuntut ketahanan mental yang kuat, yang pada akhirnya akan membuahkan persahabatan erat.
Perjuangan Melintasi Sungai Brantas Setiap Hari
Di balik sosoknya yang anggun dan ceria di kelas, artikel tersebut juga menyoroti perjuangan luar biasa Ibu Auliya dalam membagi waktu antara tugas kelas dan keluarganya. Sebagai ibu dari empat orang anak—satu putra sulung dan putri kembar tiga—rutinitas paginya sangatlah padat.
Perjuangannya menempuh perjalanan mengajar pun tidak biasa. Tinggal di Desa Begendeng, Kecamatan Jatikalen, Nganjuk, mengharuskan Ibu Auliya menyeberangi derasnya aliran Sungai Brantas menggunakan perahu tambang setiap harinya untuk menuju Denanyar, Jombang. Di tengah lelahnya rutinitas, keluarga dan dukungan suami tercinta, Bapak Devid Enggar Rizandy, menjadi sumber energi utamanya. Beliau juga menuturkan masih merawat kegemarannya membaca dan menulis cerpen, serta menyimpan asa untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang S-2 di masa mendatang.
Semoga dedikasi, perjuangan, dan pendekatan bersahabat dari Ibu Auliya Octaviani Elliyanti, S.Pd., dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh dewan guru dan para peserta didik di lingkungan MTsN 4 Jombang!
Kepala MTsN 4 Jombang
PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang
Dr. Aziz Ja’far, S.Th.I., M.Pd.I.





