Upacara Senin Pagi MTsN 4 Jombang: Tanamkan Semangat Disiplin, Cinta Tanah Air, dan Jiwa Santri

by | Oct 20, 2025 | School News | 0 comments

Jombang, 20 Oktober 2025 — Udara pagi di Kampus 1 MTsN 4 Jombang terasa sejuk dan sarat makna. Tepat pukul 06.50 WIB, seluruh siswa kelas VII dan siswa kelas IX putra telah berbaris rapi di lapangan utama untuk mengikuti upacara bendera rutin setiap hari Senin. Namun, upacara kali ini terasa istimewa, karena bertepatan dengan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Upacara dipimpin oleh petugas kelas IX-C dengan pembina upacara H. M. Yazid, M.Pd. yang menyampaikan amanat sarat nilai karakter dan semangat kebangsaan. Dalam pesannya, beliau menegaskan pentingnya rasa bangga menjadi santri dan meneladani perjuangan para kyai dan ulama yang tidak hanya tekun beribadah, tetapi juga berperan besar dalam perjuangan bangsa.

“Kita harus bangga menjadi santri. Teladanilah para kyai kita yang gigih beribadah, taat kepada Allah, tekun menuntut ilmu, dan berbakti untuk bangsa,” tutur beliau di hadapan peserta upacara.

Dalam amanatnya, H. M. Yazid juga menyinggung tokoh besar KH. Bisri Syansuri, pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, yang bukan hanya ulama, tetapi juga negarawan. Beliau pernah terjun langsung ke dunia politik sebagai anggota DPR pada tahun 1980-an, menunjukkan bahwa cinta tanah air (hubbul wathon minal iman) adalah bagian dari iman dan pengamalan ajaran Islam.

Upacara20 10 2025 2 1

“Ini bukti nyata bahwa identitas santri bukan hanya mereka yang fasih mengaji, tetapi juga mampu mengatur negeri ini. Semangat itu diwarisi oleh para penerusnya — Gus Dur sebagai Presiden RI ke-4, dan cucu-cucu beliau seperti Gus Imin dan Gus Halim yang kini berjuang di parlemen,” lanjutnya.

Amanat tersebut menjadi motivasi mendalam bagi seluruh siswa MTsN 4 Jombang untuk meneladani nilai perjuangan dan tanggung jawab moral santri. H. M. Yazid mengingatkan bahwa setiap siswa adalah santrinya Mbah Bisri Syansuri, pewaris nilai-nilai luhur pesantren yang harus terus dijaga melalui semangat belajar, kedisiplinan, dan keteladanan akhlak.

“Rajinlah belajar, tuntut ilmu setinggi-tingginya. Siapa tahu, kelak di antara kalian ada yang menjadi pemimpin bangsa ini. Sebagai santri, kita gaungkan selalu semangat Maaziltu Tholiban — ‘Saya tetap menjadi santri’,” tutupnya dengan penuh semangat.

Upacara20 10 2025 4 1

Suasana upacara berlangsung khidmat, tertib, dan menginspirasi. Setiap peserta menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab, mencerminkan nilai-nilai karakter yang selama ini menjadi ciri khas pembinaan di MTsN 4 Jombang.

Setelah upacara berakhir, seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan Khotmil Qur’an serentak, yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Jadi Kabupaten Jombang ke-115.

Upacara bendera di MTsN 4 Jombang bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi menjadi media pembelajaran karakter, tempat siswa berlatih disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air. Melalui kegiatan seperti ini, madrasah menanamkan nilai bahwa santri sejati bukan hanya taat beribadah, tetapi juga siap menjaga bangsa dengan ilmu, adab, dan semangat pengabdian.

Dengan semangat “Maaziltu Tholiban — Saya tetap menjadi santri”, MTsN 4 Jombang terus berkomitmen membentuk generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis, siap meneruskan perjuangan para ulama dan kyai untuk Indonesia yang berkeadaban dan berkemajuan.

Solomon

Author

Artikel ini telah dibaca:

Written by Sulthon Sulaiman

Related Posts

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *