Rapat Akbar Kelas IX MTsN 4 Jombang: Belajar Demokrasi dan Legowo Lewat Jajak Pendapat Rihlah dan Ziarah

by | Oct 25, 2025 | School News | 0 comments

Jombang, 26 Oktober 2025 — Aula MTsN 4 Jombang terlihat ramai, Ratusan siswa kelas IX berkumpul dengan wajah antusias, penuh rasa ingin tahu dan semangat partisipatif. Bukan untuk mengikuti ujian atau lomba, melainkan untuk menggelar Rapat Akbar — sebuah forum besar yang menjadi ajang pembelajaran nyata tentang demokrasi, musyawarah, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Agenda utama hari itu adalah jajak pendapat tentang rencana pelaksanaan rihlah dan ziarah kelas akhir. Apakah tahun ini siswa kelas IX akan melaksanakan kegiatan tersebut atau tidak? Semua keputusan diserahkan sepenuhnya kepada para siswa melalui mekanisme angket yang disiapkan oleh panitia kelas IX sendiri.

RembukanAkbar

Dipandu langsung oleh Waka Kesiswaan, Bapak Umarul Faruq, kegiatan berjalan dengan tertib dan hangat. Beliau memandu jalannya diskusi, memberikan kesempatan kepada setiap perwakilan untuk menyampaikan pandangan dan alasan masing-masing. Tidak ada suara yang diabaikan, setiap pendapat dihargai, meskipun terkadang berbeda bahkan bertolak belakang.

“Silakan tuliskan pilihan kalian dengan jujur, sesuai dengan hati nurani masing-masing. Tidak ada yang benar atau salah dalam berpendapat,” pesan Pak Faruq dengan tenang namun tegas.

Dari berbagai sisi aula terdengar beragam pendapat. Ada yang mendukung penuh kegiatan rihlah dan ziarah sebagai bentuk penyegaran dan kenangan sebelum berpisah dari madrasah tercinta. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa kegiatan tersebut bisa ditunda atau diganti dengan acara yang lebih sederhana dan bermakna. Semua disampaikan dengan sopan dan beretika — sebuah pemandangan yang mencerminkan kematangan karakter siswa MTsN 4 Jombang.

Menanggapi kegiatan inspiratif ini, Kepala MTsN 4 Jombang, Bapak Sulthon Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi. Dalam pandangannya, jajak pendapat ini bukan sekadar kegiatan rutin menjelang kelulusan, tetapi merupakan bentuk nyata dari pembelajaran karakter dan kehidupan sosial.

ae487874 ad32 43ff 82d9 dc5d77b62ff1

“Jajak pendapat ini adalah miniatur kehidupan nyata,” ujar beliau. “Di dunia ini, kita hidup berdampingan dengan berbagai karakter dan pemikiran. Perbedaan adalah sunnatullah — sebuah keniscayaan yang harus kita sikapi dengan kedewasaan dan kelapangan hati.”

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya sikap legowo atau berbesar hati dalam menerima hasil keputusan bersama. “Bisa jadi sebagian besar setuju rihlah dan ziarah, sebagian lagi tidak. Tapi apa pun hasilnya nanti, semuanya harus diterima dengan lapang dada. Tidak boleh ada paksaan kehendak, karena inti dari kegiatan ini adalah belajar menghargai perbedaan.”

Sikap ini sejalan dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan Moderasi Beragama, yang terus diinternalisasikan di MTsN 4 Jombang — bahwa setiap individu berhak menyuarakan pendapat, dan setiap perbedaan harus disikapi dengan bijak, tanpa permusuhan atau arogansi.

Rapat akbar tersebut diakhiri dengan doa bersama, dipimpin dengan penuh khidmat. Wajah-wajah para siswa tampak lega dan bangga, karena hari itu mereka tidak hanya belajar berbicara dan berpendapat, tapi juga belajar mendengar, memahami, dan menghormati satu sama lain.

Esok hari, hasil jajak pendapat akan diumumkan. Namun, terlepas dari apa pun hasilnya, satu hal sudah pasti: para siswa kelas IX MTsN 4 Jombang telah menapaki satu tahap penting dalam pembelajaran karakter — belajar menjadi manusia yang legowo, bijak, dan menghargai perbedaan.

Inilah Madrasah Hebat Bermartabat, tempat di mana siswa tidak hanya diajari ilmu pengetahuan, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi berkarakter mulia — yang siap hidup di tengah perbedaan dengan damai dan saling menghormati.

By : Solomon

Author

Artikel ini telah dibaca:

Written by Sulthon Sulaiman

Related Posts

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *