Denanyar, Minggu (2 November 2025) — Setiap Minggu pagi, halaman MTsN 4 Jombang selalu dipenuhi semangat para siswa yang mengenakan seragam latihan berwarna hitam. Di bawah bimbingan pelatih dari Pagar Nusa, mereka dengan penuh disiplin berlatih seni bela diri pencak silat, salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang menjadi kebanggaan madrasah.
Kegiatan ini lahir atas rekomendasi dari pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan pesantren dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan berjiwa ksatria. Pelatih yang mendampingi pun bukan orang sembarangan — mereka adalah santri senior Denanyar yang telah menempuh pelatihan dan memahami filosofi silat secara mendalam: menjaga diri, menjaga adab, dan menjaga martabat.

Kepala MTsN 4 Jombang, Dr. Sulthon Sulaiman, menyampaikan bahwa ekstrakurikuler pencak silat bukan sekadar latihan fisik, tetapi wadah pembentukan karakter. “Anak-anak belajar disiplin, hormat kepada guru, serta mampu mengendalikan diri. Nilai-nilai inilah yang kami ingin tanamkan — bahwa kekuatan sejati bukan untuk menyerang, melainkan untuk melindungi dan menebar kebaikan,” tuturnya.
Dalam setiap gerakan jurus, terselip filosofi luhur yang mencerminkan keseimbangan antara kekuatan, seni, dan spiritualitas. Pencak silat tidak hanya melatih tubuh agar tangkas, tapi juga menumbuhkan jiwa yang tenang dan pikiran yang jernih. Anak-anak diajarkan untuk fokus, sabar, dan percaya diri dalam menghadapi tantangan — baik di arena latihan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Ekstrakurikuler ini juga sejalan dengan konsep Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran holistik dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Melalui kegiatan silat, para siswa belajar menjadi pribadi beriman, berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, dan berdaya saing global. Selain itu, nilai sportivitas, persaudaraan, dan cinta tanah air tumbuh secara alami di antara mereka.
Lebih dari sekadar bela diri, pencak silat di MTsN 4 Jombang juga menjadi bentuk pelestarian seni dan budaya Nusantara. Gerak dan irama silat yang mereka pelajari bukan hanya teknik pertahanan, tetapi juga ekspresi seni yang memadukan keindahan, ketegasan, dan etika luhur bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan rutin setiap Minggu pagi ini, MTsN 4 Jombang berkomitmen menjadikan pencak silat sebagai sarana pembinaan jasmani, rohani, dan karakter. Harapannya, para siswa bukan hanya tangguh di arena, tetapi juga kuat dalam iman, santun dalam perilaku, serta siap menjadi generasi penerus yang berani, berilmu, dan berakhlak mulia.
By : Solomon






0 Comments