Jombang — Suasana pagi yang sejuk di Senin, 10 November 2025, berubah menjadi momen penuh khidmat dan heroik di halaman Kampus 3 MTsN 4 Jombang. Ribuan siswa tampak berbaris rapi dari kelas masing-masing menuju lapangan upacara, membentuk formasi layaknya pasukan pejuang yang siap menunaikan panggilan sejarah. Di bawah pengawasan penuh kesabaran para wali kelas, barisan siswa terbentuk tertib dan megah—sebuah gambaran disiplin dan cinta tanah air yang nyata.

Upacara peringatan Hari Pahlawan ke-78 tahun 2025 ini berlangsung khidmat, penuh semangat kebangsaan dan nilai-nilai perjuangan. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Dr. KH. Sholahuddin Fathurrohman (Gus Amang), pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang. Dalam amanatnya, beliau membacakan pidato resmi Menteri Sosial Republik Indonesia, yang sarat makna dan menggugah semangat kebangsaan seluruh peserta.
“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” demikian petikan awal dari amanat Mensos RI yang disampaikan dengan penuh wibawa oleh Gus Amang.
Dalam sambutan itu, tersirat tiga pesan utama yang patut diteladani dari para pahlawan: kesabaran dalam perjuangan, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan. Para pahlawan, ujar Mensos, tidak pernah meminta balasan atas jasa mereka. Mereka berjuang dengan ikhlas, mendidik rakyat, dan membangun bangsa tanpa pamrih. Nilai inilah yang kini harus diwarisi oleh generasi muda, terutama pelajar dan santri di lingkungan madrasah.
“Perjuangan kini tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tak ada satu pun anak bangsa tertinggal dari arus kemajuan,” lanjut beliau dalam pembacaan amanat tersebut.

Usai amanat nasional, Gus Amang menambahkan beberapa hasil penting dari rapat Yayasan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, yang berkaitan langsung dengan penguatan karakter dan kesehatan lingkungan madrasah. Di antaranya:
- Program Kantin Sehat dan Kawasan Bebas Rokok di seluruh madrasah bawah naungan pondok. Program ini mencakup pembentukan tim kantin sehat, penyusunan SOP, skrining kesehatan siswa, serta edukasi kepada seluruh warga madrasah tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
- Pendaftaran Satu Atap Santri dan Siswa, sebagai bentuk integrasi sistem pendidikan pesantren dan madrasah agar lebih efektif dan efisien.
- Pengukuhan Tim Satgas Penggerak Disiplin Santri, sebagai wujud nyata pembentukan karakter tangguh, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan.
Momentum tersebut semakin bermakna dengan dilakukannya pengukuhan Tim Penggerak Disiplin MTsN 4 Jombang, yang diwakili oleh Bu Nurul Masfu’ah dan Pak Sukful Hikman, secara langsung oleh Gus Amang. Pengukuhan ini menjadi simbol komitmen madrasah dalam menegakkan kedisiplinan dan tanggung jawab di kalangan peserta didik.
Selepas upacara formal, suasana patriotik kian menggelora ketika tim paduan suara MTsN 4 Jombang di bawah arahan Pak Yunus menampilkan lagu-lagu perjuangan dan nasional dengan penuh semangat. Dentuman irama “Hari Merdeka” dan “Bagimu Negeri” menggema di seluruh halaman, menggetarkan dada seluruh peserta upacara.
Upacara Hari Pahlawan kali ini tak sekadar seremonial, melainkan menjadi pembelajaran hidup tentang makna perjuangan, dedikasi, dan cinta tanah air. Melalui tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan,” MTsN 4 Jombang bertekad menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus berbuat nyata—melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara mereka sendiri: belajar dengan sungguh-sungguh, berdisiplin, dan berakhlak mulia.

Kepala MTsN 4 Jombang, Dr Sulthon Sulaiman, M.Pd.I, dalam kesempatan terpisah menyampaikan,
“Hari Pahlawan bukan hanya mengenang masa lalu, tapi momentum menyalakan semangat juang baru. Kita ingin anak-anak madrasah menjadi pejuang masa kini—pejuang ilmu, karakter, dan kemajuan bangsa.”
Dengan penuh kebanggaan, seluruh peserta upacara menutup kegiatan dengan doa bersama, memanjatkan rasa syukur atas kemerdekaan, serta tekad untuk terus menjaga api perjuangan agar tak pernah padam.
Dari halaman Kampus 3 MTsN 4 Jombang, semangat kepahlawanan itu kembali berkobar—menyala di dada setiap siswa, guru, dan seluruh civitas madrasah. Sebab, di tangan generasi inilah estafet perjuangan bangsa akan diteruskan.

MTsN 4 Jombang, Berjuang dengan Ilmu — Mengabdi dengan Hati.
Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.
Solomon






0 Comments