Pada Rabu pagi, 19 November 2025, keluarga besar MTsN 4 Jombang kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan karakter melalui aksi nyata kepedulian sosial. Kepala MTsN 4 Jombang, Bapak Sulthon Sulaiman, bersama Waka Humas Bapak Musonifin, petugas piket H. Moh. Yazid, guru Penjas Bapak Fuji, wali kelas VII D Ibu Meifanti, serta seluruh siswa kelas VII D, melaksanakan kegiatan takziah ke rumah ananda Faiz Hilmi Alhamdi, siswa kelas VII D yang ibundanya, almarhumah Ibu Anita Dwi Candrayanti, wafat pada Selasa, 18 November 2025.

Rombongan madrasah tiba di kediaman keluarga di Desa Denanyar. Kehadiran keluarga besar MTsN 4 Jombang disambut langsung oleh Mas Faiz dan ayah beliau. Dalam suasana haru, pihak madrasah menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas kepergian ibunda tercinta. Takziah ini bukan hanya wujud simpati, tetapi juga bentuk penguatan moral dan dukungan emosional bagi siswa dan keluarganya, agar tetap diberi ketabahan, keteguhan, dan kelapangan hati menghadapi takdir Allah SWT.
Kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin dengan khidmat oleh para guru dan siswa. H. Moh. Yazid bertindak sebagai imam tahlil, sementara doa dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Sulthon Sulaiman. Dengan penuh harap, beliau memanjatkan doa agar almarhumah mendapat limpahan rahmat, ampunan, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa juga dihaturkan agar Mas Faiz beserta keluarga diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan.

Sebelum keberangkatan, wali kelas VII D, Ibu Meifanti, telah menyampaikan rencana takziah ini kepada siswa. Beliau juga menginisiasi pengumpulan bantuan sosial dari anak-anak sebagai bentuk pembelajaran karakter tentang empati dan solidaritas. Sebagai guru IPS, beliau menekankan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk mendampingi teman yang sedang berduka. Inilah praktik langsung dari pembelajaran filantropi yang selama ini ditanamkan di MTsN 4 Jombang.

Di kesempatan yang sama, Waka Humas Bapak Musonifin menjelaskan bahwa MTsN 4 Jombang telah lama memiliki tradisi mulia berupa pengumpulan dana sosial setiap hari Kamis di seluruh kelas. Dana tersebut digunakan untuk membantu siswa yang mengalami musibah, kondisi keluarga yang sedang kesulitan, hingga kebutuhan mendesak seperti membeli buku, tas, atau sepatu bagi peserta didik yang kurang mampu. Tradisi ini tidak hanya menumbuhkan kepekaan sosial, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan serta solidaritas di antara seluruh warga madrasah.
Kehadiran Bapak Yazid dan Bapak Fuji dalam kegiatan takziah ini juga merupakan bagian dari tugas dan bentuk keteladanan. Bapak Yazid sebagai petugas piket dan Bapak Fuji sebagai guru pengajar di kelas VII D memastikan bahwa kegiatan berjalan tertib tanpa mengganggu jalannya pembelajaran di madrasah. Keduanya mendampingi siswa dengan penuh perhatian, menunjukkan bahwa guru bukan hanya pendidik di ruang kelas, tetapi juga figur yang hadir dalam setiap situasi kehidupan siswa.

Melalui kegiatan takziah ini, MTsN 4 Jombang kembali membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang pembentukan akhlak, empati, dan jiwa sosial. Inilah karakter unggul yang terus dipupuk di madrasah: saling menolong, saling menguatkan, dan hadir bersama saat suka maupun duka.
Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan Mas Faiz beserta keluarga selalu diberi ketegaran menghadapi ujian hidup. Dan semoga tradisi kepedulian serta filantropi di MTsN 4 Jombang terus tumbuh menjadi budaya yang melekat pada setiap langkah peserta didik.
By : Solomon.





0 Comments