Denanyar, Sabtu–Minggu (25–26 Oktober 2025) —
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Jombang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran guru di era digital. Selama dua hari berturut-turut, madrasah ini menggelar Workshop Implementasi Teknologi Berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam Mewujudkan Madrasah Digital, yang berlangsung di ruang guru mulai pukul 12.30 hingga 16.00 WIB.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam digitalisasi media pembelajaran, agar proses belajar di kelas menjadi lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi abad ke-21.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 4 Jombang, Dr. Sulthon Sulaiman, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan dunia pendidikan saat ini berjalan begitu cepat seiring kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI).

“Teknologi, terutama Artificial Intelligence, bukan lagi sesuatu yang jauh — tapi sudah hadir di sekitar kita, bahkan di ruang kelas dan dalam proses belajar mengajar kita sehari-hari,” ujar beliau.
“Karena itu, madrasah tidak boleh tertinggal. Justru madrasah harus menjadi pelopor dalam penggunaan teknologi secara cerdas, etis, dan berakhlak. Madrasah digital bukan berarti kehilangan ruh keagamaannya. Kita ingin teknologi hadir tanpa menghilangkan nilai,” lanjutnya.
Beliau juga menegaskan bahwa Madrasah Cerdas Digital harus memadukan tiga kekuatan utama: iman, ilmu, dan inovasi. Dengan begitu, teknologi bukan hanya alat bantu belajar, tetapi juga sarana memperkuat karakter, etika, dan spiritualitas sebagai pondasi utama
Berbeda dari workshop sebelumnya, kegiatan kali ini lebih menekankan pada materi praktik langsung.
Pemateri utama, Reno Junaedi, mengajak peserta untuk mengenal cara kerja AI dan mempraktikkannya langsung melalui laptop masing-masing. Para guru diajak untuk mengeksplorasi berbagai aplikasi AI yang bisa digunakan dalam pembelajaran, seperti pembuatan bahan ajar otomatis, desain media interaktif, hingga penyusunan evaluasi berbasis digital.

Meski bagi sebagian guru pengalaman ini terasa baru, suasana belajar berlangsung penuh semangat dan saling mendukung. Guru-guru yang sudah familier dengan teknologi AI tampak membantu rekan sejawatnya agar bisa segera menyesuaikan diri dengan berbagai fitur baru.
“Pak Rino menyampaikan materi dengan cara yang sangat asyik dan aplikatif. Jadi kami tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik di laptop masing-masing. Rasanya seperti membuka dunia baru dalam mengajar,” ujar salah satu peserta workshop dengan antusias.

Kegiatan ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam perjalanan MTsN 4 Jombang menuju madrasah digital.
Implementasi AI di lingkungan pendidikan bukan hanya soal kemajuan teknologi, tetapi juga transformasi mindset — bagaimana guru dan siswa beradaptasi dengan era baru tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai moral.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru semakin kreatif dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi, namun tetap menjadikan akhlak dan spiritualitas sebagai pondasi utama.

Melalui workshop ini, MTsN 4 Jombang membuktikan diri sebagai madrasah yang visioner — siap melangkah menuju transformasi digital yang beradab dan berkarakter.
Teknologi AI bukan lagi sekadar tren, tetapi menjadi alat penguat misi pendidikan madrasah: mencetak generasi cerdas, religius, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
By : Solomon






0 Comments