Gema Sumpah Pemuda di Lapangan MTsN 4 Jombang: Ketika Kreativitas dan Nasionalisme Menyatu dalam Parade Yel-Yel Penuh Makna

by | Oct 29, 2025 | Artikel Pendidikan | 0 comments

Oleh: Sulthon Sulaiman

JOMBANG – Suasana berubah total usai upacara bendera. Jika sebelumnya khidmat mendominasi Lapangan Kampus 3 MTsN 4 Jombang, Selasa (28/10/2025) pagi, maka kini berganti dengan energi riuh rendah penuh keceriaan. Inilah momen yang ditunggu: Parade Yel-Yel Sumpah Pemuda, di mana ribuan siswa menjadikan lapangan madrasah sebagai panggung ekspresi cinta tanah air paling otentik.

Dari Khidmat ke Semangat: Transformasi yang Menginspirasi

Tak butuh waktu lama bagi para siswa untuk beralih dari peserta upacara yang tertib menjadi pemuda-pemudi penuh energi. Setiap kelas dari berbagai jenjang tampil bergiliran, mempresentasikan semangat mereka melalui yel-yel kreasi sendiri. Yang menarik, ini bukan sekadar lomba biasa. Setiap penampilan dirancang sebagai refleksi nilai-nilai Sumpah Pemuda 1928 dalam konteks kekinian.

Para wali kelas tidak hanya menjadi penontong. Mereka aktif mendampingi, memberi semangat, dan terkadang ikut tersenyum bangga melihat kreativitas anak didiknya. “Inilah pendidikan karakter dalam bentuknya yang paling menyenangkan,” ujar salah seorang wali kelas yang saya temui.

WhatsApp Image 2025 10 29 at 00.29.07 1
Kreativitas Tanpa Batas, Makna Tetap Terjaga

Yang menakjubkan dari parade ini adalah bagaimana setiap kelas berhasil mengekspresikan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” dengan cara yang unik dan relevan. Beberapa kelas memilih pendekatan teatrikal dengan gerakan simbolis, sementara lainnya menghadirkan aransemen musik modern untuk lagu-lagu perjuangan.

Sebagai dewan juri yang berkeliling, kami tidak hanya menilai kekompakan dan kreativitas. Lebih dari itu, kami mencari kedalaman makna – sejauh mana pesan persatuan dan semangat kebangsaan dapat diinternalisasi melalui yel-yel tersebut.

Momen Penutup yang Menggetarkan Jiwa

Mungkin inilah bagian paling membanggakan dari seluruh acara. Setiap kelas diwajibkan menutup penampilan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda secara serentak. Bayangkan, ratusan suara muda bersatu dalam ikrar yang sama:

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia…”

Kalimat itu bergema di seluruh lapangan, menciptakan getaran nasionalisme yang tidak terbendung. Di tenging riuhnya yel-yel dan sorak-sorai, momen ini menjadi pengingat akan esensi sebenarnya dari peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Pendidikan Karakter Ala Generasi Z

Sebagai Kepala Madrasah, saya melihat parade yel-yel ini sebagai metode pendidikan karakter yang tepat untuk generasi saat ini. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan kompetitif, kita bisa menanamkan nilai-nilai luhur tanpa terkesan menggurui.

“Parade yel-yel ini adalah cara kami menjadikan pembelajaran karakter bukan sekadar teori di kelas, melainkan pengalaman nyata yang mengasyikkan dan bermakna,” jelas saya kepada para guru yang mendampingi.

Pendekatan seperti inilah yang dibutuhkan di era digital. Kita harus berbicara dengan bahasa yang dipahami generasi muda – bahasa kreativitas, kolaborasi, dan ekspresi diri yang positif.

WhatsApp Image 2025 10 29 at 00.29.08
Persatuan dalam Keberagaman Ekspresi

Yang menarik, meski setiap kelas menampilkan gaya yang berbeda-beda, semangat yang sama terpancar kuat: semangat kebersamaan, disiplin, tanggung jawab, dan tentu saja, cinta tanah air. Perbedaan gaya justru memperkaya makna persatuan itu sendiri.

Tepuk tangan meriah dari penonton mengiringi setiap penampilan, menunjukkan apresiasi terhadap usaha dan kreativitas masing-masing kelas. Ini adalah contoh nyata bagaimana semangat sportivitas dan kebersamaan bisa tumbuh subur di lingkungan madrasah.

Madrasah sebagai Laboratorium Nasionalisme

Melalui kegiatan seperti ini, MTsN 4 Jombang membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis dan spiritual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Kami percaya, nasionalisme harus dipupuk melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui ceramah di kelas.

“Kita ingin menumbuhkan semangat nasionalisme dengan cara yang menyenangkan. Yel-yel ini adalah cara anak-anak mengekspresikan cinta mereka pada Indonesia, dengan bahasa mereka sendiri – bahasa semangat dan kebersamaan,” tambah saya.

WhatsApp Image 2025 10 29 at 00.29.08 2
Warisan untuk Masa Depan

Parade yel-yel ini mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi nilainya akan terus melekat dalam memori para siswa. Dari lapangan madrasah inilah, kami meyakini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang tetap mencintai Indonesia meski derasnya arus globalisasi.

Suara lantang mereka yang mengumandangkan yel-yel penuh semangat menjadi bukti bahwa api Sumpah Pemuda masih menyala terang. Dan yang paling membanggakan, mereka memahami bahwa persatuan bukan berarti keseragaman, melainkan kekuatan dalam keberagaman ekspresi dan kreativitas.

MTsN 4 Jombang: Madrasah Pencetak Generasi Cerdas, Kreatif, dan Nasionalis!

Author

Artikel ini telah dibaca:

Written by Sulthon Sulaiman

Related Posts

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *