Disiplin Tanpa Bentak: MTsN 4 Jombang Terapkan Pembinaan Humanis bagi Siswa Terlambat

by | Nov 11, 2025 | School News | 0 comments

Pendekatan Ramah Anak dan Berbasis Karakter, Bukan Hukuman Semata
Gerbang MTsN 4 Jombang, Selasa 11 November 2025

Pagi yang sejuk di MTsN 4 Jombang seketika berubah menjadi momen pembelajaran karakter. Tepat pukul 06.50 WIB, ketika bel masuk telah berbunyi, deretan siswa yang datang terlambat terlihat bergegas menuju gerbang madrasah. Namun alih-alih mendapat teguran keras, mereka disambut dengan pembinaan penuh hikmah oleh tim penegak kedisiplinan madrasah.

Di barisan depan tampak Pak Imam Rofi’i, Pak Arif Rohman, Pak Yunus, dan Pak Khoirun, dibantu Pak Ikhsan yang menjaga pintu gerbang utama. Para guru ini tidak sekadar “Menjaga Pintu,” tetapi menjaga masa depan anak-anak agar tumbuh dengan disiplin dan tanggung jawab.

Pak Yunus dengan ketelitian khasnya mencatat satu per satu nama siswa yang terlambat dalam buku besar pelanggaran kedisiplinan. Buku ini bukan sekadar arsip pelanggaran, melainkan rekam jejak pembinaan karakter siswa. Setiap catatan di dalamnya akan menjadi bahan evaluasi bersama bagi wali kelas, tim tata tertib, dan guru BK agar pembinaan yang dilakukan bisa menyentuh akar masalah—bukan hanya gejalanya.

“Kita tidak mencari siapa yang salah, tapi ingin tahu kenapa ini bisa terjadi, agar mereka bisa belajar dari kesalahan dengan cara yang baik,” ujar Pak Yunus sambil menulis nama-nama siswa di halaman buku besar itu.

Menariknya, jumlah siswa yang terlambat hari ini lebih banyak dari biasanya. Ada yang datang dari asrama, ada pula yang dari rumah, dengan berbagai alasan—mulai dari kesiangan, menunggu teman, hingga lupa jadwal piket. Namun di MTsN 4 Jombang, semua alasan tetap harus dihadapi dengan pembelajaran yang membangun.

Usai pencatatan, Pak Imam Rofi’i dan Pak Arif Rohman memimpin sesi pembinaan. Mereka tidak membentak, tidak memarahi, dan tidak melotot—tetapi mengajak berdialog dari hati ke hati. Anak-anak yang terlambat diajak berbaris rapi di halaman gerbang, lalu satu per satu diajak berbicara santai namun bermakna.

“Kami ingin kalian sadar, bukan takut,” ujar Pak Arif dengan nada tenang. “Disiplin itu bukan tekanan, tapi bentuk kasih sayang. Karena kami ingin kalian berhasil.”

Setelah dialog singkat, para siswa sepakat menerima sanksi edukatif: mereka menghafal ayat-ayat pendek Al-Qur’an — mulai dari Surat Al-Insyirah hingga Surat An-Nas. Sanksi ini bukan untuk mempermalukan, tetapi menyucikan hati dan membiasakan nilai spiritual dalam pembinaan karakter.

Model pembinaan seperti ini telah menjadi ciri khas MTsN 4 Jombang

Madrasah yang menempatkan disiplin sebagai bagian dari pendidikan karakter, bukan sekadar aturan kaku. Kepala MTsN 4 Jombang, Bapak Sulthon Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa madrasah harus menjadi “rumah kedua yang mendidik dengan kasih, bukan dengan marah.”

Pendekatan yang dilakukan tim tatib hari ini selaras dengan semangat “Madrasah Ramah Anak” — konsep pendidikan yang mengutamakan dialog, empati, dan pembiasaan positif. Disiplin di madrasah bukan berarti hukuman, tetapi proses belajar yang mendewasakan.

“Kedisiplinan adalah jembatan menuju kesuksesan, dan kasih sayang adalah tiangnya,” ujar Pak Imam Rofi’i usai kegiatan. “Anak-anak butuh teladan, bukan tekanan.”

Ketika pembinaan selesai, wajah para siswa tampak lega. Mereka tersenyum, saling menyemangati, lalu melangkah menuju kelas masing-masing sambil menenteng buku pelajaran dan membawa hafalan ayat-ayat baru di hati mereka.

Gerbang madrasah kembali tenang, tapi pesan moral pagi ini bergema kuat:
setiap keterlambatan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, setiap teguran bisa menjadi pintu menuju kedewasaan,
dan setiap guru adalah pahlawan kesabaran yang menanamkan nilai disiplin dengan kasih.

MTsN 4 Jombang kembali membuktikan:
Mendidik bukan sekadar mengajar — tetapi membimbing jiwa agar tumbuh dengan cinta, disiplin, dan iman.

Solomon

Author

Artikel ini telah dibaca:

Written by

Related Posts

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *