Denanyar, 25–26 Oktober 2025 Sekitar 200 siswa non-mukim pondok tampak antusias mengikuti Workshop Pemanfaatan E-Library, sebuah kegiatan inovatif yang menjadi langkah nyata madrasah dalam menguatkan budaya literasi digital dan numerasi di era modern.

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini menjadi bagian dari komitmen MTsN 4 Jombang untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi abad 21. Para peserta yang tidak mukim di pondok mendapat izin khusus untuk membawa telepon genggam (HP) sebagai sarana pembelajaran digital. Hal ini menjadi momen langka dan menggembirakan, karena biasanya perangkat tersebut tidak digunakan dalam aktivitas belajar di madrasah.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala MTsN 4 Jombang, Dr. Sulthon Sulaiman, menyampaikan bahwa transformasi literasi ke arah digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Pada era digital saat ini, literasi tidak lagi terbatas pada buku-buku fisik di rak perpustakaan. Dunia pengetahuan telah berpindah ke genggaman kita — ke layar ponsel, tablet, dan laptop yang setiap hari kita gunakan. Karena itu, kegiatan Workshop Pemanfaatan E-Library ini menjadi sangat penting dan relevan bagi kita semua,” ujarnya di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Dr. Sulthon menegaskan bahwa E-Library bukan sekadar tempat mencari referensi tugas, tetapi ruang belajar tanpa batas yang membuka peluang eksplorasi ilmu pengetahuan tanpa terikat ruang dan waktu.
“Gunakan teknologi untuk menambah ilmu, bukan sekadar hiburan. Jadikan e-library sebagai sahabat belajar kalian, agar kelak tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” pesannya penuh makna.
Kegiatan ini diharapkan dapat melatih siswa agar mampu:
- Mengakses dan memanfaatkan e-library secara efektif.
- Menumbuhkan budaya literasi digital yang sehat dan bertanggung jawab.
- Menjadi duta literasi madrasah, yang menularkan semangat membaca dan berpikir kritis kepada teman-temannya.

MTsN 4 Jombang terus berinovasi menuju Madrasah Digital Berbasis Literasi dan Teknologi, sejalan dengan semangat Revolusi Industri 4.0 dan visi besar Society 5.0 — di mana teknologi menjadi alat untuk memanusiakan manusia, bukan sebaliknya.
Melalui platform E-Library Madrasah, seluruh siswa sebenarnya telah memiliki akun pribadi yang memungkinkan mereka mengakses ribuan koleksi buku bacaan, modul pembelajaran, hingga jurnal ilmiah digital. Namun, karena sebagian besar siswa MTsN 4 Jombang merupakan santri pondok yang tidak diperkenankan membawa HP, maka pemanfaatan e-library belum sepenuhnya optimal.
Sebagai solusi, madrasah menyiapkan laboratorium komputer dan sesi workshop berkala, agar seluruh siswa — termasuk para santri — tetap dapat mengakses sumber literasi digital dengan bimbingan guru.
“Kita menyadari adanya keterbatasan, terutama bagi siswa mukim di pondok yang tidak membawa HP. Namun, madrasah tidak akan berhenti mencari solusi. Dengan memanfaatkan lab komputer dan sistem e-library, kita pastikan semua siswa tetap mendapat pelayanan terbaik dalam mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, dan teknologi,” tegas Dr. Sulthon.

Workshop ini menjadi momentum penting bagi MTsN 4 Jombang untuk membentuk ekosistem belajar digital yang cerdas, kolaboratif, dan berkarakter. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa teknologi adalah sarana untuk memperkuat keislaman, keilmuan, dan akhlakul karimah.
Dengan semangat transformasi digital, MTsN 4 Jombang terus melangkah maju, mempersiapkan generasi madrasah yang siap bersaing di dunia global — generasi yang melek literasi, kritis terhadap informasi, namun tetap berakar pada nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.
By : Solomon






0 Comments