JOMBANG — Rabu, 29 Oktober 2025, menjadi hari syarat makna bagi keluarga besar MTsN 4 Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang. Tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang fokus pada akademik dan keagamaan, madrasah ini juga terus menumbuhkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan solidaritas sosial melalui kegiatan nyata — salah satunya adalah Giat Sambang Siswa Sakit.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran karakter peduli sesama dan filantropi madrasah, di mana para guru bersama siswa menjenguk teman-teman mereka yang sedang dirawat di rumah sakit. Tujuannya sederhana namun bermakna dalam: memberikan dukungan moral, doa, dan semangat kepada siswa yang sedang diuji oleh sakit.

Kunjungan ke RSUD Dr. Moerjito, Jombang
Pada pagi hari, kunjungan dilakukan ke RSUD Dr. Moerjito Jombang, menjenguk Ananda Elmira Dwi Taruna, siswi kelas IX J, yang telah dirawat selama lima hari akibat virus HSP (Henoch-Schönlein Purpura) — yaitu peradangan pada pembuluh darah kecil yang umum terjadi pada anak-anak, sering kali dipicu oleh infeksi atau alergi makanan.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Bu Ririn Karimah, wali kelas IX J, yang dengan penuh kehangatan menyampaikan motivasi agar Elmira tetap sabar, kuat, dan semangat dalam menghadapi ujian sakit. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan sehat dan menghindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung pewarna dan perasa buatan.
Tak hanya guru, teman-teman sekelas Elmira turut menyampaikan pesan doa dan dukungan moral melalui video dan surat kecil yang dikumpulkan oleh wali kelas. “Kami semua kangen, cepat sembuh ya Elmira. Madrasah menunggu senyum dan semangatmu kembali,” begitu salah satu pesan yang dibacakan.
Keluarga Elmira pun menyampaikan terima kasih atas perhatian besar pihak madrasah. “Alhamdulillah, kondisi Elmira sudah membaik. Kami merasa sangat terharu karena madrasah dan teman-temannya begitu peduli,” ujar orang tua Elmira yang mendampingi di ruang perawatan.

Kunjungan ke RS Mojowarno
Masih di hari yang sama, tim madrasah juga melakukan giat sambang ke RS Mojowarno, menjenguk Ananda Hafis Irgie, siswa asrama Al-Madinah asal Mojowarno yang kini duduk di kelas VII C.
Kunjungan ini dipimpin oleh Bu Wahyu Agustiningtyas, wali kelas VII C, didampingi oleh Bapak Husein Rohman, guru BK. Ananda Hafis telah dirawat selama lima hari karena Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebelum dirujuk ke rumah sakit, ia sempat mengalami gejala demam tinggi saat mengikuti kegiatan belajar di kelas.
Kondisinya kini berangsur membaik. Suhu tubuh sudah mulai normal, dan semangat belajarnya mulai kembali. “Kami bersyukur Hafis sudah membaik. Terima kasih kepada pihak madrasah yang sudah menyempatkan waktu menjenguk dan memberikan dukungan,” tutur ibu Hafis, yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Mojoagung.

Madrasah yang Menghidupkan Nilai Peduli dan Kasih Sayang
Melalui kegiatan Giat Sambang, MTsN 4 Jombang berupaya menanamkan nilai peduli, empati, dan gotong royong di kalangan siswa. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pembelajaran karakter yang hidup, di mana siswa diajarkan bahwa menjenguk orang sakit adalah bentuk ibadah dan bagian dari akhlak mulia.
Program ini juga sejalan dengan semangat pendidikan filantropi (kedermawanan sosial) yang dikembangkan madrasah — menumbuhkan kepekaan sosial melalui tindakan nyata, bukan hanya teori di kelas. Guru dan siswa belajar bersama bahwa kepedulian tidak harus selalu berbentuk materi; doa, kunjungan, dan dukungan moral pun merupakan sedekah yang sangat berharga.
Kepala MTsN 4 Jombang dalam kesempatan terpisah menyampaikan, “Kami ingin setiap anak di madrasah ini tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga lembut hatinya, peka terhadap penderitaan orang lain, dan siap membantu sesama. Inilah makna pendidikan karakter yang sebenarnya.”

Madrasah Ramah, Madrasah Penuh Cinta
Giat Sambang ini menjadi cerminan nyata dari pelayanan pendidikan yang berjiwa kemanusiaan. Di MTsN 4 Jombang, setiap siswa bukan sekadar peserta didik, tetapi bagian dari satu keluarga besar yang saling menyayangi dan mendukung dalam suka maupun duka.
Dengan kegiatan seperti ini, madrasah tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga generasi yang berhati mulia — generasi yang memahami bahwa peduli adalah wujud cinta, dan cinta adalah inti dari pendidikan itu sendiri.
By : Solomon & Sonifin






0 Comments