Oleh: Sulthon Sulaiman
Kepala MTsN 4 Denanyar Jombang
Setiap pagi, sekitar pukul 06.45 WIB, ada pemandangan menakjubkan yang terlihat di halaman MTsN 4 Denanyar Jombang. Barisan siswa berdiri rapi di depan kelas masing-masing, seragam lengkap, sepatu bersih, wajah cerah penuh semangat. Ini bukan sekadar rutinitas—ini adalah fondasi karakter yang kami bangun setiap hari.
Disiplin sebagai Landasan Karakter
Baris pagi di madrasah kami bukan formalitas belaka. Ini adalah momen pertama yang mengajarkan arti tanggung jawab. Setiap siswa belajar untuk hadir tepat waktu, menjaga kerapian, dan menunjukkan kesiapan mental untuk belajar.
“Disiplin adalah jembatan antara tujuan dan pencapaian,” begitulah prinsip yang kami pegang teguh. Dalam barisan yang rapi, terkandung makna mendalam tentang hidup teratur, menghargai waktu, dan komitmen terhadap kewajiban.
Sungkem: Menghargai Sumber Ilmu
Usai baris pagi, terjadi momen yang paling menyentuh: para siswa bergantian menyalami dan sungkem kepada guru. Tangan guru dijabat dengan lembut, mata menunduk penuh hormat, senyum tulus mengembang di wajah kedua belah pihak.
Tradisi ini mengajarkan bahwa ilmu tidak akan masuk ke dalam hati yang sombong. Sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa tidak menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, maka bukan termasuk golongan kami.”
Di sini, siswa belajar bahwa keberhasilan akademis harus seimbang dengan keluhuran akhlak. Seorang santri zaman now harus cerdas secara digital namun tetap beradab dalam bersikap.
Pendidikan Holistik: Menyatukan Ilmu, Iman, dan Amal
Baris pagi dan sungkem adalah praktik nyata dari konsep pendidikan holistik yang kami terapkan. Kami tidak hanya mengejar nilai akademis semata, tetapi membentuk manusia utuh yang berkarakter.
Setiap pagi, melalui ritual ini, kami menanamkan:
- Kedisiplinan melalui ketepatan waktu dan kerapian
- Rasa hormat melalui sungkem kepada guru
- Tanggung jawab melalui persiapan belajar yang matang
- Kerendahan hati melalui sikap tawadhu’
Membangun Lingkungan Pendidikan yang Menyenangkan
Baris pagi juga menciptakan suasana madrasah yang ramah anak. Guru tidak hanya mengawasi, tetapi menyapa, menanyakan kabar, dan memperhatikan kondisi setiap siswa. Ini adalah momen untuk membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa.
“Pendidikan yang efektif dimulai dari hubungan yang baik,” begitulah keyakinan kami. Ketika siswa merasa diperhatikan dan dihargai, proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna.
Menjawab Tantangan Zaman
Di era digital yang serba instan, banyak yang meragukan relevansi tradisi seperti baris pagi dan sungkem. Justru kami melihat ini sebagai kekuatan yang membedakan lulusan madrasah.
Kami membentuk generasi yang:
- Cerdas intelektual namun tetap rendah hati
- Menguasai teknologi namun tidak lupa adab
- Kompetitif namun tetap sportif
- Percaya diri namun tidak sombong
Dampak Nyata dalam Kehidupan Sehari-hari
Kebiasaan baik yang ditanamkan melalui baris pagi ternyata berdampak luas. Siswa menjadi lebih tertib tidak hanya di madrasah, tetapi juga di rumah dan masyarakat. Mereka belajar menghargai proses, memahami arti komitmen, dan mengutamakan sopan santun dalam pergaulan.
Banyak orang tua yang menyampaikan testimoni positif tentang perubahan perilaku anak-anak mereka setelah mengikuti pembiasaan di madrasah.
Komitmen Kami ke Depan
Sebagai kepala madrasah, saya berkomitmen untuk terus mempertahankan dan mengembangkan tradisi positif ini. Baris pagi dan sungkem bukan sekadar ritual, tetapi investasi karakter yang akan dibawa siswa seumur hidup.
Kami percaya bahwa pendidikan karakter yang kuat akan melahirkan generasi yang tidak hanya sukses secara akademis, tetapi juga menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Di MTsN 4 Denanyar Jombang, kami meyakini bahwa karakter besar dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten. Baris pagi yang rapi dan sungkem yang tulus adalah cermin dari jiwa-jiwa besar yang sedang kami tempa.
Kepada seluruh orang tua dan masyarakat, percayakanlah putra-putri Anda kepada kami. Bersama-sama, kita akan membentuk generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.






0 Comments