MTsN 4 Jombang Kembangkan Kreativitas Siswa Lewat Proyek Digital Sejarah Nabi dalam Pembelajaran Bahasa Arab

by | Sep 30, 2025 | School News | 0 comments

Jombang, 29 September 2025 – Suasana ruang kelas IX MTsN 4 Jombang pagi itu terasa berbeda. Kegiatan pembelajaran Bahasa Arab yang biasanya berfokus pada membaca teks kini dikembangkan dengan metode PJBL (Project Based Learning), menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan. Tema yang diangkat adalah

“الحفْلُ بِمَوْلِدِ الرَّسُولِ”

(Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ).

Di bawah bimbingan ibu guru Bahasa Arab, Himmatur Rofi’ah, M.Pd., peserta didik diajak bukan sekadar memahami kosakata atau struktur kalimat, melainkan menelusuri sejarah kelahiran Nabi Muhammad ﷺ melalui teks, gambar, dan multimedia. Lebih jauh, para siswa diarahkan untuk membuat Presentasi Digital tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad ﷺ.

Metode PJBL (Project Based Learning) yang diterapkan menjadikan peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi juga aktif merencanakan, mendiskusikan, serta mempresentasikan hasil belajarnya. Sejak awal pembelajaran, guru membuka pelajaran dengan salam, motivasi, serta pertanyaan pemantik yang menyentuh makna filosofis: “Mengapa kelahiran Nabi disebut rahmat bagi seluruh alam?” dan “Bagaimana kesederhanaan Nabi sejak lahir bisa menjadi teladan kita?”. Pertanyaan-pertanyaan ini langsung mengajak siswa untuk berpikir kritis dan reflektif.

Setelah itu, siswa dibagi dalam kelompok kecil. Mereka mendapat teks bacaan tentang peringatan Maulid Nabi, lalu menandai kosakata baru, menganalisis makna, serta menghubungkannya dengan perjalanan hidup Rasulullah ﷺ. Aktivitas ini melatih kemampuan berbahasa Arab sekaligus memperdalam pengetahuan keislaman mereka.

Setiap kelompok kemudian menyusun rencana proyek berupa slide presentasi digital. Mereka membagi peran: ada yang mencari kosakata, menerjemahkan teks, ada yang menyiapkan ilustrasi, dan ada yang menyusun narasi sejarah. Dalam proyek ini, siswa mempelajari fase-fase penting kehidupan Nabi: kelahiran di Tahun Gajah, masa kecil yang penuh kesederhanaan, masa remaja dalam perdagangan, pernikahan, kenabian, dakwah di Makkah, hijrah ke Madinah, hingga wafat beliau.

Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, melainkan juga sebagai fasilitator. Beliau memantau diskusi, memberikan arahan, serta memastikan setiap anggota kelompok berkontribusi. Dengan demikian, siswa belajar bekerja sama, berbagi ide, dan menghargai pendapat teman.

Puncak kegiatan adalah presentasi proyek digital. Setiap kelompok tampil di depan kelas memaparkan slide mereka, lengkap dengan narasi singkat dalam Bahasa Arab maupun Indonesia. Dari ekspresi wajah dan semangat berbicara, terlihat jelas bahwa mereka bangga atas karya yang dihasilkan. Presentasi ini bukan hanya melatih keterampilan bahasa, tetapi juga keberanian tampil, percaya diri, dan kemampuan komunikasi publik.

Setelah presentasi, guru mengajak siswa melakukan refleksi bersama. Mereka menyadari bahwa memahami teks Bahasa Arab tentang Maulid Nabi bukan sekadar latihan bahasa, melainkan juga sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Dengan belajar sejarah hidup Nabi, siswa dapat meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari: kesabaran, kerja keras, kejujuran, serta kepedulian kepada sesama.

Kepala MTsN 4 Jombang, Sulthon Sulaiman, menegaskan bahwa model pembelajaran berbasis proyek seperti ini sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila dan PPRA (Pelajar Rahmatan lil-‘Alamin). “Siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki karakter yang kuat, mandiri, beriman, dan berakhlak mulia. Pembelajaran Bahasa Arab hari ini bukan hanya tentang bahasa, tapi juga tentang membangun jati diri yang Islami,” ujarnya.

Dengan pembelajaran inovatif ini, madrasah benar-benar menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, aktif, dan penuh makna. Para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan karya nyata berupa presentasi digital yang bisa dibagikan dan diapresiasi.

Hari itu, Senin 29 September 2025, menjadi bukti nyata bagaimana Bahasa Arab dapat diajarkan dengan cara yang kreatif, kolaboratif, dan inspiratif. Dari kelas ini, lahirlah generasi muda yang mencintai Rasulullah ﷺ, fasih berbahasa, dan siap meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

By : Solomon / Rofi’

Author

Artikel ini telah dibaca:

Written by Sulthon Sulaiman

Related Posts

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *