Jombang – Semangat kebersamaan dan kedisiplinan kembali menyala di lingkungan MTsN 4 Jombang. Sebanyak 302 anggota Pramuka yang terdiri dari berbagai tingkatan, dengan penuh antusiasme mengikuti latihan rutin pada Ahad, 28 September 2025. Di bawah bimbingan delapan orang pembina yang berdedikasi, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah proses pembentukan karakter yang berkesinambungan.
Konsep dasar kepanduan, yang menekankan pada pendidikan karakter melalui kegiatan praktis di alam terbuka, benar-benar dihidupkan dalam setiap sesi latihan. Kegiatan ini dirancang untuk mengasah bukan hanya keterampilan fisik, tetapi juga kecerdasan, kreativitas, dan solidaritas.

Pembukaan yang Penuh Makna : Fondasi Kedisiplinan
Latihan diawali dengan upacara pembukaan yang khidmat. Barisan yang rapat, pandangan lurus ke depan, dan sikap sempurna yang ditunjukkan setiap anggota menjadi cerminan nyata dari Dasa Darma Pramuka point kedelapan: “Disiplin, Berani, dan Setia”. Upacara ini bukan formalitas belaka, melainkan sarana untuk menanamkan rasa tanggung jawab, kebanggaan sebagai bagian dari kesatuan, dan kesiapan mental untuk menerima materi latihan.

Mengasah Intelektualitas dan Kecerdikan dengan Sandi dan Tali
Usai upacara, para anggota dibagi ke dalam regu-regu kecil, mencerminkan sistem kepanduan yang diciptakan oleh Baden-Powell untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama. Mereka kemudian menyelami materi keterampilan klasik Pramuka.
Materi tali-temali (pioneering) mengajarkan lebih dari sekadar cara mengikat. Setiap simpul—dari simpul mati hingga simpul tambat—adalah metafora tentang membangun hubungan yang kuat dan saling menguatkan dalam sebuah tim. Sementara itu, sesi sandi morse, sandi rumput, sandi gelombang, dan sandi seismograf menjadi ajang mengasah ketelitian dan kecerdikan. Di sini, konsep kepanduan tentang “seorang Pramuka adalah orang yang cekatan dan siap menghadapi situasi apa pun” diterapkan. Kemampuan berkomunikasi dengan sandi melatih mereka untuk berpikir kritis dan mencari solusi dengan sumber daya yang terbatas.

PBB: Media Penanaman Jiwa Korsa dan Ketangguhan
Puncak dari latihan fisik adalah sesi Peraturan Baris Berbaris (PBB). Setiap gerakan, mulai dari Sikap Sempurna, Hadap Kanan/Kiri, hingga Langkah Tegap, dilatihkan dengan saksama. PBB dalam konteks Pramuka bukanlah untuk militerisme, tetapi sebagai alat yang powerful untuk menanamkan disiplin diri, konsentrasi, dan keselarasan gerak dalam kelompok. Saat seluruh regu dapat berbaris dengan kompak sebagai satu kesatuan, terciptalah jiwa korsa yang kuat—rasa senasib sepenanggungan dan kebanggaan kolektif yang merupakan jiwa dari setiap kegiatan kepanduan.

Penutup dengan Refleksi dan Semangat Baru
Sebelum berpisah, seluruh peserta berkumpul untuk berdoa bersama, mengucap syukur atas kegiatan yang telah berjalan lancar. Pembina Pramuka kemudian memberikan pengarahan singkat serta menyampaikan rencana untuk latihan mendatang, termasuk persiapan menuju perkemahan besar. Wajah-wajah yang berseri-seri, meski tubuh letih, menunjukkan bahwa nilai-nilai kegembiraan, kesederhanaan, dan persahabatan—yang menjadi ciri khas Gerakan Pramuka—telah meresap dalam diri mereka.

Mewujudkan Generasi Tangguh dan Berkarakter
Kegiatan latihan rutin ini jelas merupakan investasi berharga bagi masa depan. Melalui metode kepramukaan yang praktis dan menyenangkan, MTsN 4 Jombang secara konsisten berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin, dan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Gerakan Pramuka, yaitu membentuk manusia yang berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan Pancasila, sehingga siap menjadi pemimpin dan warga negara yang bertanggung jawab di masa depan.
By : Untari






0 Comments