Belajar IPS Jadi Seru, Siswa 7D MTsN 4 Jombang Buat Infografis Flora dan Fauna

by | Sep 16, 2025 | Artikel Pendidikan | 0 comments

Jombang, 14 September 2025 – Kegiatan belajar mengajar di jam ke-7 dan 8 biasanya menjadi tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa. Rasa lelah, kantuk, dan kurang fokus kerap menghantui kelas. Namun, suasana berbeda tampak di kelas 7D MTsN 4 Jombang siang itu. Alih-alih murung, para siswa terlihat bersemangat dan penuh kreativitas. Semua berawal dari ide inovatif guru IPS, Bu Mei Fanti, yang mengajak siswa membuat Karya Infografis Bertema Flora dan Fauna.


Ide Kreatif di Jam-Jam Akhir
299084dc 7999 48fd 9369 89a71d50473e

Bu Mei Fanti mengakui, mengajar di jam terakhir sering kali menguras tenaga. Ia pun merenung, mencari cara agar siswa tetap bersemangat. “Di waktu malam yang panjang, saya sering bertanya dalam hati, bagaimana caranya agar siswa tetap semangat dalam pembelajaran di jam-jam akhir ya?” kenangnya.

Dari kegelisahan itu lahir sebuah gagasan: menjadikan pembelajaran IPS lebih hidup dengan kegiatan proyek. “Membuat infografis tentang flora dan fauna ternyata membuat anak-anak bersemangat, karena mereka dapat mencari gambar, menggunting, menempel, mengkreasikan, dan mendekorasi ruang kertas yang sudah saya siapkan,” ujar Bu Mei.


Cooperative Learning di Kelas 7D
299084dc 7999 48fd 9369 89a71d50473e

Menggunakan pendekatan cooperative learning, Bu Mei membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapat tugas untuk mendiskusikan tema flora dan fauna, kemudian menuangkannya ke dalam karya infografis.

Kegiatan ini tidak hanya menuntut siswa memahami materi IPS, tetapi juga mendorong mereka untuk bekerja sama, saling berbagi ide, dan mengolah informasi menjadi visual yang menarik. Siswa bebas berkreasi, menambahkan gambar, warna, maupun hiasan agar karya mereka lebih hidup.

Suasana kelas yang biasanya mulai sepi di siang hari mendadak berubah ramai. Suara diskusi terdengar dari setiap sudut, tangan-tangan kecil bergerak lincah memotong kertas, menempelkan gambar, dan menulis keterangan singkat tentang flora dan fauna.


fc74d073 e780 4123 ac86 c6a1d8695d43
Dari Karya ke Presentasi

Setelah semua karya selesai, setiap kelompok mendapat giliran maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil infografis mereka. Dengan penuh percaya diri, siswa menjelaskan konsep flora dan fauna yang mereka tuangkan ke dalam karya.

Ada kelompok yang fokus pada jenis flora di sekitar lingkungan sekolah, ada pula yang mengangkat fauna khas Indonesia. Kreativitas mereka tercermin dari cara mengemas informasi: ada yang menambahkan slogan, gambar ilustrasi, hingga dekorasi warna-warni.

Momen presentasi ini sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum. Siswa yang biasanya pendiam pun berani tampil, karena didukung kerja sama tim dan suasana yang menyenangkan.


Hasil Belajar yang Menggembirakan
771b769c 4eed 457f 86be 698740435d29

Kegiatan ini memberi dampak positif yang nyata. Siswa lebih memahami konsep flora dan fauna karena terlibat langsung dalam diskusi dan pembuatan karya. Mereka juga mengasah kemampuan seni dekorasi, keterampilan komunikasi, serta keberanian presentasi.

“Yang paling membuat saya senang, anak-anak terlihat antusias dan tidak mengantuk. Padahal ini jam ke-7 dan 8, biasanya mereka sudah lelah. Tetapi kali ini, kelas terasa hidup dan menyenangkan,” kata Bu Mei.

Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Siswa belajar mengolah informasi yang mereka peroleh menjadi bentuk infografis yang sederhana namun informatif. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik menyajikan pengetahuan dengan cara yang lebih menarik.


Pendidikan yang Bermakna

Kegiatan pembelajaran IPS dengan proyek infografis ini membuktikan bahwa “pembelajaran bisa diubah menjadi pengalaman yang menyenangkan”. Inovasi sederhana, seperti membuat infografis, mampu menghidupkan kelas dan memberi makna lebih dalam proses belajar.

Bagi siswa 7D, belajar flora dan fauna bukan lagi sekadar menghafal materi dari buku. Mereka benar-benar merasakan proses menemukan, mencipta, dan membagikan pengetahuan. Dari kegiatan ini, lahir pengalaman berharga: bekerja sama, berkreasi, dan tampil percaya diri di depan orang lain.

Dengan metode seperti ini, madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengasah karakter, kreativitas, dan keberanian siswa. Seperti yang ditunjukkan oleh kelas 7D MTsN 4 Jombang, belajar bisa menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan – bahkan di jam-jam terakhir sekalipun.

By : MeiFenti

Author

Artikel ini telah dibaca:

Written by

Related Posts

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *